PENELITIAN BUDIDAYA GEDI DI MINAHASA SULAWESI UTARA

Ilmu Pengetahuan
Selasa, 04 Maret 2025Ina Parliament Jakarta : Tim dosen dari Universitas Negeri Manado tengah melaksanakan penelitian yang mendapatkan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) dengan fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang efektif untuk pemahaman budidaya tanaman gedi. Tanaman ini merupakan tanaman khas Sulawesi Utara yang sering digunakan dalam kuliner setempat, seperti Tinutuan atau Bubur Manado.
Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Meike Paat, M.Pd., CIAR, dengan tim peneliti Dr. Zusje W.M. Warouw, M.Pd., dan Yohanes Bery Mokalu, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh sejumlah penyuluh dan praktisi pertanian, seperti Vivi Warouw, SP., Novelty Mamahit, SP., dan Jeane Ngantung, SP., bersama mahasiswa Meifain Tulungen dan Joel Purba, serta para petani dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, petani, dan praktisi pertanian terkait budidaya tanaman gedi. Dengan pendekatan kolaboratif, tim peneliti berupaya menemukan cara yang efektif dalam mengajarkan teknik budidaya, perawatan tanaman, dan pemanfaatan hasil panen.
Menurut Prof. Meike Paat, penelitian ini dirancang untuk membantu petani mengembangkan keterampilan dalam budidaya gedi. “Kami berharap penelitian ini mampu meningkatkan pemahaman petani dan masyarakat mengenai budidaya tanaman gedi yang baik dan benar serta dapat mengoptimalkan produksi gedi di Sulawesi Utara sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian tanaman lokal,” jelasnya.
Metodologi penelitian meliputi pengamatan lapangan, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan uji coba metode pembelajaran yang diterapkan kepada petani dan praktisi pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam pengembangan budidaya gedi di wilayah tersebut.
Sebagai tanaman dengan nilai ekonomi yang tinggi, gedi memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi dalam penyusunan program pelatihan dan penyuluhan pertanian di daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk budidaya gedi.
(Berry Mokalu)
Komentar